Sabtu, 18 Februari 2017

Kisah pertemuan dengan lelaki pekerja keras

Assalammu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh..

Ini artikel pertama saya, mohon maaf jika tidak memuaskan para pembaca

Bismillah, kisah pertemuan dengan lelaki pekerja keras

Suatu ketika, pertemuan dengan ketidak sengajaan itu terjadi. Seorang wanita yg sama sekali tidak mengenalnya mengacuhkan setiap perbuatannya. Mulai dari memberi "like" pada setiap postingan wanita itu, tanpa ada komentar apapun dari lelaki tersebut.

Ketika wanita itu telusuri, ternyata lelaki itu memiliki sebuah usaha yg dia kelola sendiri. Betapa malunya wanita ini, bahkan sempat berfikir lelaki tersebut tidak gentle dalam memulai perkenalan dengan wanita tersebut.

Momen yg ditunggu pun tiba, lelaki yg memiliki kontak wanita tersebut mengirim pesan berupa ucapan 'maaf', wanita itu pun membalasnya dengan 'sama-sama'. Dan itulah awal pertemanan mereka dimulai, walaupun wanita ini masih ragu untuk berteman kembali dengan lelaki, tapi hatinya berkata 'tidak ada salahnya untuk mencoba berteman dengan lelaki', tentu alasan tersebut banyak yg bertanya-tanya 'mengapa? Apakah kamu benci lelaki?', hawabannya 'tidak, hanya saja ingin tidak terlalu dekat dengan lelaki'. Lelaki tersebut pun sesekali mengirim pesan 'lagi apa? Skripsinya bagaimana? Sudah malam, jangan begadang' dan lain sebagainya.

Disaat itu pula, wanita tersebut sedang mengalami kesedihan karena ujian yg Allah berikan, bahkan sempat ingin menyerah pada hidup. Namun, lelaki itu memotivasi agar jangan menyerah dan tetap harus maju ke depan.

Ketika waktu terus berjalan dan hubungan mereka semakin dekat, hingga mampu untuk 'menjaga hati' satu sama lain, anehnya wanita tersebut tidak pernah paham apa yg lelaki itu inginkan dan yg tidak diinginkan, sehingga apa yg wanita itu lakukan menjadi kesalahan fatal bagi lelaki tersebut, akhirnya hal yg tidak diinginkan pun terjadi.

Wanita tersebut sadar, bahwa apa yg dia lakukan terhadap lelaki tersebut adalah kesalahannya, dan mengakui bahwa wanita itu 'mencintainya'. Mudah sekali wanita itu menyimpulkan semua yg mereka alami, dengan jawaban 'bahwa lelaki yg salah' hingga lelaki tersebut marah dan mengatakan hal yg membuat wanita itu 'menangis' yaitu satu kata 'kesepian'.

Namun, itu bermula karena kesalahan si wanita karena egois. Dan hingga saat ini, wanita tersebut masih menunggu dan terus menunggu hingga lelaki tersebut menikah dengan wanita lain.

Tidak ada kata berhenti untuk menunggu, selama keyakinan dalam diri adalah kepastian dalam penantian.

Wahai dirimu, lelaki pekerja keras pujaanku. Tetaplah berpegang teguh pada prinsipmu, izinkan aku tetap 'mencintaimu' hingga batas penantian.

Wahai dirimu, lelaki pekerja keras pangeranku. Tetaplah bersikap acuh padaku, hingga engkau lelah mengabaikanku.

Wahai dirimu, lelaki pekerja keras dambaanku. Aku mencintaimu dan menunggumu.

Salam, dari wanita yg masih berusaha menjadi baik.